song

Loading...

Friday, July 6, 2012

path


underneath the moon, underneath the stars
here’s a little tales for you
up above the world, up above it all
here’s a hand to hold on to
take a little time, walk a little line
get the balance right…okey ^_^.

....................................................................................................................................

quietly awakening..
I always, always wish that these fleeting thought would reach You; God
unable to move forward across “just a little more” distance
the way I see before me is always blocked
every time the days I want to see You; God but can’t pile up
my strong heartbeat turns into heartbreak
if there is such a thing as eternity
I want to believe even if I have to take the long way
although I know that I’ve been hurt before because I’m clumsy
I won’t stop, I won’t give in to anyone
I think of You; God and that alone is enough
to make the tears start to flow now
I always, always wish that these fleeting thought would reach You; God


…………………………………………………………………………………….
to you my friend…
I’ve been known all too well about pretending to be strong
but since then my doubts have vanished
there’s definitely things I want to show you
and so many words I want to hear
I want to see all sides of you
when you laugh and cry…
……………………………………………………………………………………..


so I’ll stop waiting and seize my chance
I think of You; God and I feel like that alone is enough
to make my heart grow stronger
I always. always wish that these fleeting thought would reach You; God
I think of You; God and that alone is enough
to make the tears start to flow now
my distant voice can’t reach You; God now
but so that someday it definitely will…
Believe, Believe, Believe…
………………………………………………………………………………………………..
the same moon light falls upon you
who chases after dreams
walk through without looking back
softly hiding the increasing loneliness
your words come to life..
the flow of time seem to be disorderly
the short times are passing quietly
even though I didn’t notice
spring has come…


video



I search for your footprints
In stars in snow in memories
Whether it is the eternal peace
This is midst of a dream

With small wings, I  ran across the hill
Someday everything will return to what it was
The one place at the top of the sky
Is peacefully waiting for you
Trusting the future after the light in good hands

With the wings that still can’t fly, I run up the hill
When I stray from the path I close my eyes and keep going

Through the dreams, love and heart
Im looking for your footprints
Leaving behind the light of eternity
With your unwavering wings

May you have eternal love

.......................................................................................................................

pesan sahabatku

-biarkan saja kepahitan itu pergi supaya digantikan dengan kemanisan
biarkan  kekecewaan itu berlalu pergi supaya kegembiraan mewarnai
biarkan kegelisahan itu lenyap dengan sendirinya 
dan jangan dibiarkan diri kita hilang semangat
biarkan saja penderitaan itu datang menyapa supaya kekuatan kita di jana semula
biar rebah jangan sesekali berubah
biar terbuang supaya kita terus berjuang
hidup ini indah sekiranya kerana Allah
ujian yang menimpa adalah proses 
dan perjalanan yang perlu kita tempuh
sebagai pengalaman dan fasa kematangan diri
:) selamat berjuang

-Terasa seperti hidup kembali
p/s: saat insan-insan merayu untuk ke dunia kembali

Tarbiyah Allah sangat-sangat unik sekali...Adakah kita mengerti?
Mimpi yang sangat-sangat mengajar diri
saat itu merasa roh tiada di dalam diri
hanya yang difikirkan apa yang nantinya akan terjadi
p/s: hanya ketakutan yang akan menemani diri-diri

Saat ibu-ibu mencampakkan anak-anak yang disusunya
hanya kerana takut akan nasib diri-diri

.............................................................................................................................................
bye...i love you all  because of Allah




Wednesday, July 4, 2012

puteri


emm saya pergi mana ye? waktu jalan-jalan hari itu ^_^.
Kawasan perkampungan orang asli di Indonesia…
tasik yang kamu ingat laut itu terdapat  tulang manusia yang
dibunuh secara kejam, badannya dikelar kemudian ditabur garam, selepas itu
dipancung, dan darahnya diminum, hatinya dijamah, bahagian tubuhnya
dibahagikan untuk dimakan… (400 tahun yang lalu)

saya belajar melalui memerhati,
saya belajar melalui sejarah manusia yang hidup di situ,
kemudian saya simpulkan dalam fikiran saya.

(still tak boleh upload vid, tak sempat ok..)
………………………………………………………………………………………………………
 Sahabat-sahabat jika kalian punyai kesempatan untuk berkunjung ke sana, kalian pergilah, insyaAllah akan jelas kenapa saya menulis tentang hal ini, saya bukan penulis, cuma saya ingin sampaikan apa yang terbuku dalam hati, supaya saya dan sahabat-sahabat berfikir. Saya selitkan petikan-petikan dari buku-buku yang saya baca. Bolehkan nanti, wahai sahabat-sahabat yang saya kasihi, kalian tafsirkan dan rasai apa yang tersimpan dalam hati saya.

Sahabat-sahabat yang saya kasihi, saya bukan orang yang ‘arif tentang hadis, jika inginkan penjelasan yang lebih lanjut silalah rujuk pada ustazah dan ustaz yang  berada di sekeliling kalian ok ^_^.
dan jika ada kesilapan saya dalam ini, silalah bagitahu ye..

NILAI WANITA OLEH K.H. MOENAWWAR CHALIL

Perjalanan saya pada waktu itu banyak membuatkan saya berfikir tentang para wanita. Bagi saya wanita adalah puteri-puteri yang amat dikasihi oleh saya, para pembaca dan pastinya oleh Pencipta alam ini.

Para puteri sekalian telitilah apa yang bakal saya( insan yang kerdil ini) ingin sampaikan kepada kamu.
Puteri yang beruntung nasibmu, bukan saja dihargai dan dikasihi oleh Pencipta Alam ini malah kalian amat dikasihi oleh seorang anak yatim, pastinya yang saya maksudkan adalah insan mulia itu, Rasulullah s.a.w (Muhammad bin Abdullah), dimana Pencipta alam ini mengutusnya ke dunia ini sebagai rahmat dan pemberitahuan tidaklah Pencipta  Alam ini menciptakan kamu sebagai suatu ciptaannya yang sia-sia.

Antara sabda(kata-kata) Rasulullah,

“Barang siapa yang mempunyai anak perempuan, maka ia tidak tanam hidup-hidup padanya, dan ia tidak menghinakan atasnya dan tidak melebihkan anaknya - yang lelaki- atasnya, nescaya Allah memasukkan dia ke Syurga.”

(Riwayat imam-imam Abu Dawud dan Al-Hakim dari sh. Ibnu ‘Abbas r.a.)

“Barang siapa dapat ujian sengsara-lantaran-dari anak-anak perempuan ini, lalu ia berbuat baik atas diri mereka, maka mereka itu menjadi dinding dari api neraka baginya.”

(Riwayat imam-imam Bukhari, Muslim, At-Termizi dari St. Aisyah r.a)

“Barang siapa yang keluar ke pasar daripada pasar-pasar orang Islam, maka ia membeli sesuatu, lalu ia bawa ke rumahnya. Lantas ia berikan melulu kepada anak-anak perempuan, tidak kepada anak-anak lelaki, ALLAH melihat kepadanya, dan barangsiapa dilihat oleh ALLAH, tidaklah ia akan disiksa.”

(Riwayat Imam Al-Kharatthy dari sh. Anas r.a.)

“Barangsiapa yang baginya mempunyai tiga orang anak perempuan, lalu ia sabar dalam memikirkan kesusahan, kesengsaraan dan kesukaran mereka, nescaya ALLAH memasukkan dia ke Syurga lantaran kasih sayangnya kepada mereka (anak-anak perempuan).”
Lalu ada seorang lelaki bertanya:

“Kalau dua orang anak perempuan bagaimana, Ya Rasulullah?”
Rasulullah bersabda “Ya, sekalipun dua orang anak perempuan.”
Dia bertanya lagi “Kalau seorang anak perempuan Ya Rasulullah?”
Rasulullah bersabda “Ya, sekalipun seorang anak perempuan.”

(Riwayat Imam Al-Hakim dari sh. Abi Hurairah r.a)
…………………………………………………………………………………………………………

Wahai para puteri yang dikasihi, ISLAM memberikan darjat yang lebih tinggi kepada kalian dari darjat anak-anak lelaki maka penghargaan dan penghormatan yang sedemikian tinggi ini janganlah kalian sia-siakan.

“Hendaklah kamu berhati-hati dengan para wanita, kerana sesungguhnya permulaan fitnah yang menimpa atas kaum Bani Israel itu adalah dari kaum wanita.”

(Riwayat Imam Muslim dari sh. Abi Sa’ied al-Kudri r.a.)

“Pada kemudian aku nanti tidak ada suatu fitnah yang lebih berbahaya atas kaum lelaki melainkan dari kaum wanita.”

(Riwayat imam-imam Bukhari, Muslim dan At-Termidzi)
 ...............................................................................................................................................


sahabat ingin saya kongsikan sedikit dengan kamu yang mengingati saya, terima kasih.

katamu sahabat:

“Jika Allah itu perlu dicari maka pencarianku semakin lama semakin samar.. makin lama makin hilang, hilang dari hati, perasaan, pandangan, akukah itu wahai sahabat yang semakin hari semakin lemah langkah kakinya, yang semakin sesak nafas didadanya? Allah itu mengikut sangkaan hambaNya, tapi aku, bukanlah hamba yang pandai bersangka…kenapalah diri ini wahai sahabat…”

p/s: semoga Allah tetapkan hati kamu,saya, dan kalian di atas jalanNYA
…………………………………………………………………………………………………………


saya suka  bertanya “ma dekat mana syurga? di bawah telapak kaki ibu,” mama saya tersenyum mendengar saya yang selalu mengeluarkan pertanyaan spontan macam itu, saya bukan kanak-kanak lagi.
dan acap kali perkataan ini keluar dari mulut saya.

“ma, saya berasa pelik, dulu saya berada di dalam perut mama, tiba-tiba sekarang ini saya membesar dan berada di sisi mama, saya bercakap-cakap, ketawa, berjenaka dengan mama”

dan saya tetap curious tentang hal ini sehingga sekarang, kerana hal itu bagi saya amat ajaib.

saya curi pandang muka ibu sambil satu lafaz rahsia beralun dalam hati saya “ini insan yang melahirkan saya…”

siapakah saya? kenapa saya begini. Jadi saya luangkan sedikit masa saya meneliti buku-buku yang ibu baca sebelum beberapa tahun kelahiran. Salah satunya:

petikan dari buku: Kisah Seorang Zahid (Johar Buang)

Masihkah kau buntu mencari arah perjalanan? Atau kau ragu-ragu akan adanya Daerah Rahsia itu?

Sekarang kau dengarkan kembali kisah perjalanan yang tersejarah di dalam kitab hidupmu. 
Kau harus mendengarnya hati-hati. Sesungguhnya kau adalah di antara hamba-hambaNya 
yang diberi peringatan. Perjalanan bermula dari Daerah Rahsia itu juga. Ingatkah kau pesan itu

“Alastu birabbikum? (Bukankah Aku Tuhan kamu?)”

Kau telah menerima amanahNya apabila segala isi alam; gunung, bulan, matahari, haiwan dan semuanya enggan. Sesungguhnya amanah itu sangat berat bagimu. Kemudian dibukakan pintu duniawi…
Setelah menjejak muka bumi ini kau termanggu memandang keindahannya sehingga lupa siapa penciptanya. 

Kau mencari siapa sekarang?

Sekiranya nafsu amarah yang mendinding tebalkan hijab dapat dimusnahkan di situ ada jawapannya dan jalan ke daerah rahsia itu menyerlahkan seribu harapan.

Kau yang terlantar di gurun pasir dalam penderitaan haus dan lapar inginkan bantuan. Kau mencarinya di luar diri tetapi tiada. Kau mencarinya dalam hakikat tetapi lari daripada hakikat. Kau kecewa.

Kau ingin memakan sahaja daging tubuhmu sendiri. Agar kau terlepas daripada beban penderitaanmu itu.

Tiba-tiba kau didatangi petunjuk.

Jangan kau matikan dirimu secara itu, hai hamba yang asing! Dirimu itu bukan milikmu tetapi adalah milik Allah yang menguasai seluruh alam. Bukankah antara kau dan Dia ada pertalian sifat Rahman dan Rahim? Maka kembalilah kepadaNya memohon pertolongan melalui kedua-dua sifatNya itu.

Kau takjub mendengar suara petunjuk itu. Seperti tidak pernah kau mendengarnya di mana-mana pun. Kau merasakan ada setitik cahaya dalam kalbumu. Maka itulah kau telah sampai di perkebunan daerah rahsia itu dengan panduan cahaya tersebut.

Kau kagum melihat perbendaharaan dalam perkebunan itu. Kau menjumpai ketenangan, keinsafan, kedamaian, keindahan, kesucian dan semuanya mempunyai nilai sejati yang benar.

Kau berlari-lari ke gunung persis Hajar atau kau bagai anak kecil Ismail menghentak-hentak bumi inginkan berkat air zam-zam. Hinggakan burung-burung yang bertasbih ke sana ke mari hairan melihatmu.

“Apakah kau ini seorang pejalan atau sebangsa jin yang ingin menceroboh kesucian perkebunan ini” tanya burung-burung.

“Aku adalah seorang pejalan”

“Kau mencari apa?”

“Mencari diri dan Tuhanku”

“Sudahkah kau temui?”

sahabat ini saja yang mampu saya kongsi...kata-kata ini mungkin menjadi sesuatu yang kosong
apa lagi memberi kekuatan buat kamu. Memberi kekuatan buat saya?
ingatkah? ini soal saya pada diri sendiri.
tidak...
follow the last prophet...
it is okay...not to know yourself at this moment 
this journey is a long way to go

kenali dahulu utusan yang terakhir
tidak mengenali bagaimana ingin mengikut
saat bila akan mengenali utusan yang terakhir

………………………………………………………………………………………………..

Puteri-Puteri sekalian, mari saya bawakan kalian kepada cerita perkahwinan, saya tahu hati kalian pasti berbunga-bunga bila bercakap mengenai perkahwinan. Saya tahu kalian menyukainya dan akan tersenyum apabila topik ini dibincangkan kan kan… (biasanya). 

Saya juga mengagumi kedua orang tua saya kerana mereka berani menggalas tanggungjawab yang amat besar, sekarang ini baru saya memahami kenapa Allah meletakkan darjat keduanya begitu tinggi sekali. Tapi setakat mengagumi tidak cukupkan? Berbuatlah baik kepada kedua-duanya, semoga Allah berikan kekuatan untuk melaksanakan perintahNya ini.   

Wahai puteri-puteri tersayang, saya sentiasa menghargai masa lalu, menghargai masa lampau, menghargai sejarah dan kadang-kadang saya berharap dapat membaca semua kisah-kisah itu dalam satu buku yang dihimpunkan khas buat saya agar saya belajar menghargai dan mengagumi kebesaran Ilahi, Dia Pencipta dan Pemelihara yang Agung.

Mari sama-sama kita buka hati dan fikiran, tenang-tenang ya, puteri-puteri yang diuji. Kita sama-sama mengasihi dan mengambil pelajaran.

ini petikan dari buku Nilai Wanita, saya masukkan di dalam blog ini, harap penulisnya maafkan saya kerana mengambil sedikit… untuk pembacaan selanjutnya kalian carilah sendiri ^_^.

1. Nikah Istabdha’ (kahwin dagangan/kahwin hamil). Cara kahwin ini ialah dengan seorang suami memerintahkan isterinya supaya melakukan perhubungan dengan lelaki lain yang dianggapnya mulia dan gagah perkasa seperti para pembesar negeri atau pahlawan perang atau… agar dengan perhubungan itu si suami akan mendapat seorang anak-anak lelaki yang sifatnya seperti orang yang menggauli isterinya. Si suami akan berkata kepada isterinya: “Apabila kamu sudah bersih dari haidmu, hendaklah kamu pergi kepada si…….. (fulan), lalu kamu mintalah bersebadan dengan dia!”

Si isteri lantaran seorang yang lemah akan mengikut apa yang dikehendaki oleh suaminya lalu pergi dan berangkat menuju kepada orang lelaki yang telah ditunjuk oleh suaminya, dan di sana ia meminta supaya dicampuri oleh lelaki tersebut. Mulai hari itu si suami tidak lagi menghampiri isterinya sama sekali, sehingga dapat ditentukan bahawa isterinya telah mengandung dari orang lelaki yang telah dituju oleh suaminya. Jadi nikah istabdha’ ini terjadi kerana si suami ingin mempunyai anak lelaki yang gagah/berpangkat/cerdik pandai/bangsawan…

Dalam perkahwinan ini si wanita dilakukan sebagai barang dagangan atau permainan yang boleh dipinjamkan kesana kemari menurut sekehendak si lelaki. Kehormatan wanita tadi disuruh berikan kepada lelaki lain yang tidak berhak; dan si wanita harus menurut, tidak boleh membantah walaupun disuruh mengorbankan kehormatannya dan merendahkan darjatnya, kerana  itu sudah menjadi adat kebiasaan mereka, yang menurut mereka adalah perbuatan yang dianggap baik.

Menurut keterangan perkahwinan secara itu sampai sekarang masih banyak dilakukan orang selain bangsa Arab, yang mereka itu masih menganggap baiknya perkahwinan secara itu. Di Tibet, katanya sehingga sekarang masih ada orang yang melakukan perkahwinan secara istibdha’ itu.

2. Nikah Istijarak (Perkahwinan Bersekutu). Cara perkahwinan ini dimana seorang wanita dikahwini oleh beberapa orang lelaki tetapi tidak lebih dari 10 orang. Mereka bersekutu untuk mengahwini seorang wanita tadi, dan mereka memberikan hak kepada wanita tersebut untuk menyerahkan anak yang telah dilahirkan olehnya kepada siapa saja dari antara mereka yang pernah mencampurinya  dan yang disukai olehnya. Tiap-tiap lelaki yang berkahwin dengan seorang wanita secara bersekutu mereka berhak mencampuri wanita tersebut dengan mendapat izin dari wanita tersebut dan lelaki-lelaki yang bersekutu dalam perkahwinan tersebut. Mereka masing-masing mengadakan perjanjian bergilir dan waktu tertentu agar tidak berselisih dengan lelaki-lelaki yang banyak itu.

Kalau perempuan yang berkahwin lebih dari seorang tadi hamil, sesudah melahirkan anak tersebut maka si wanita tadi mengundang sekalian lelaki yang pernah mencampurinya dan seorangpun dari antara mereka tidak boleh menolak undangannya. Kemudian sesudah mereka datang berkumpul,  wanita itu lalu berkata kepada mereka “Sesungguhnya engkau masing-masing telah mengetahui apa yang terjadi ke atas diri saya, lantaran dari perbuatan engkau dan kini saya melahirkan anak, maka itu ambillah anakmu ini ……..(fulan)! Wanita tadi sambil menyebut nama orang lelaki yang disukainya lalu anak tersebut diserahkan kepada lelaki tersebut dengan tidak boleh membantah atau menolak.

Demikianlah cara perkahwinan Istijrak yang dilakukan oleh bangsa Arab di zaman jahiliyah dulu. Rendah sekali nilai seorang wanita selayak lakunya haiwan hilang peri kemanusiaan; ia dijadikan sebagai makanan, sebagai hidangan yang boleh dimakan oleh manusia-manusia yang bukan lagi layak dipanggil manusia kerana sudah tidak punyai belas kasihan pada diri seorang wanita yang lemah itu, dan wanita itu tidak dapat menolak atau mempertahankan dirinya dari perbuatan yang amat buruk itu. Dalam perkahwinan ini kaum wanita menjadi korban kepada pihak lelaki yang suka bersekutu mengahwini mereka.

Menurut penyelidikan para sarjana, mungkin sekali perkahwinan istijrak ini hingga kini masih berlaku dalam lingkungan beberapa bangsa yang masih rendah peradabannya.

3. Nikah mubadalah (kahwin bertukaran). Perkahwinan ini di mana dua orang lelaki dapat tukar menukar isteri dengan isteri kawannya  dengan waktu yang ditentukan, apabila telah habis waktu yang dijanjikan isteri itu akan dikembalikan kepada lelaki masing-masing.

Ini juga diantara perkahwinan yang dilakukan oleh Bangsa Arab di masa Jahiliyah dan bangsa-bangsa lain yang masih rendah peradabannya.

4. Nikah Maqt (Kahwin Kemurkaan). Lelaki mengahwini ibu tirinya. Diantara sebabnya, paras ibu tirinya cantik atau memiliki harta yang banyak.

5. Nikah Syighar (Kahwin Bertukar Anak)Lelaki (bapa atau saudara lelaki) menukarkan wanita yang mereka miliki (saudara  perempuan @ anak pereampuan) dengan  wanita dari keluarga lain tanpa maskawin, hanya seperti sistem pertukaran barang.

6. Nikah Jam’ (Kahwin kumpul) lelaki mengahwini dua orang wanita yang bersaudara (adik-beradik) sekaligus.

7. Nikah Sifah (Kahwin lacur) perkahwinan yang tidak menurut pimpinan agama, melakukan perzinaan dengan orang-orang wanita lacur. Anak yang dilahirkan akan ditentukan oleh dukun akan bapanya dengan melihat kemiripan wajah bayi tersebut, lalu bayi itu akan diserahkan pada lelaki tersebut tanpa boleh menolak.

8. Nikah Mut’ah (Kahwin sementara)… kahwin hingga tempoh tertentu, setelah habis tempoh, bercerai.
Sebagai kesimpulannya sebelum kedatangan Islam fitnah terhadap kaum wanita tersangat mengerikan, mereka diperlakukan seperti bukan manusia.  Wanita adalah ciptaan Allah, mereka juga dikurniakan hak yang sama seperti ciptaanNya yang lain. Sangat bersyukur pada Allah, walaupun seringkali terlupa untuk bersyukur dengan nikmat kebebasan ini, yang membezakan kita semua ciptaanNya hanyalah tingkatan taqwa. Saya hanya menyentuh sisi perkahwinan di zaman kegelapan itu, tidak kesemuanya, penghinaan pada anak-anak perempuan sekian lamanya kerana itu Allah menghadiahkan syurga pada mereka yang memuliakan anak perempuan.

.............................................................................................................................................

Bagaimana sahabat-sahabat yang saya kasihi? Jadi kenapa Pencipta Alam ini menghadiahkan seorang wanita dengan  mata senang mengalirkan air mata? Kenapa fitnah/ bala itu terjadi. Berilah jawapannya sahabat-sahabatku.

Setiap saat kalian menikmati kehidupan yang begitu indah , adakah kalian mendengar dan mengingati mereka.

saya dan kalian hanya makhluk yang lemah.
wahai orang Islam berselawatlah ke atas Rasulullah…
…………………………………………………………………………………………………………
saya hanya hamba-Nya punyai segala kelemahan, saya mengasihi mereka kerana Allah. Maafkan saya kerana meninggalkan sesuatu di dalam hati kalian. Sakitkah ianya sahabat-sahabat saya.

Sahabat

Nama siapa yang kamu panggil waktu jatuhnya kamu saat ini?  Serulah Allah dengan lisan mahupun hati, teruslah laksanakan perintahNya semampu kamu. Kamu akan memahami apa yang saya katakan ini. Saya tidak mampu lupakan kamu sahabat, kerana saya menyayangi kamu kerana Allah.

Sahabat

Kamu bukannya puteri-puteri yang dibuang jadi kenapa kamu bersedih? Sengsara kamu lagi atau saudara-saudara kamu. Berat terasa jasad kamu, begitu  juga ia sampai kepada saya, kenapa kamu tinggalkan menyebut Dia, bukankah guru-guru sekeliling kamu berpesan dan telah memberitahu kamu. Bukankah peringatan tentang api itu berkali-kali. Kamu puteri-puteri yang beruntung kenapa sampaikan kesedihan kamu kepada saya, kenapa kamu tidak benar-benar menghargai persahabatan yang hanya sebentar ini. Jika kamu hargainya, lafaz namaNya. Kamu telah ada bersama saya dan melaluinya. Kekuatannya ada bersama nama-nama Tuhanmu dan selawatlah pada Rasulullah. Berapa kali sahabatku? Dengan keadaan kamu itu, amalkanlah apa yang kamu dengar dari mereka.

saya mungkin tidak dapat bersama kamu di hari-hari yang penting bagi kamu, maafkan saya, saya menyayangi kamu kerana Allah. Bila hati kamu telah tenang hubungilah saya, tiada yang perlu kamu malukan, saya lebih malu kepada kamu. Mama saya gembira mendengar berita kamu,  saya ingin hadiahkan sesuatu kepada kamu. Maafkan saya kerana kamu bersama saya sewaktu saya lemah, melihat sisi gelap saya.

sahabat

saya mengajar kalian tentang kasih dan sayang. Saya tunjukkan kebencian dalam sebuah hati yang hitam, jadi mudahnya kamu dipengaruhi. Puteri-puteri yang dikasihi, hati saya terasa sakit yang dalam. Saya tinggalkan sesuatu dihati kamu. Tapi adik yang disayangi puteri pilihan, jika kamu tahu apa yang saya lalui pasti hati kamu tidak akan tangisi semuanya itu. Percayalah setiap sakit yang kamu rasai itu, saya juga rasainya, setiap tangis kamu itu, saya juga tangisinya, tapi pastinya bukan dihadapan kamu. Bagaimana sakit itu sahabatku, adakah ianya terlalu sakit? tapi itulah yang saya rasai. Maafkan saya walaupun kamu tersenyum waktu kita berjumpa, saya masih nampak kesedihan itu dari air muka kamu. Apa yang saya rasa waktu melihat kamu sedih? tapi tidak boleh, saya mahu kamu jadi kuat, saya tahu kamu mampu menjadi kuat kerana hanya dengan kesakitan, baru kamu mampu melihat wajah sebenar manusia, ia hanya makhluk yang amat lemah. Saya menyayangimu sahabat.

Sahabat-sahabat, tahu kenapa saya takut untuk mendekati, ia adalah kerana pandangan kamu. Saya takut dengan hati saya sendiri, terlalu menyayangi kalian. Sedangkan saya mahu kalian berharap, merindui dan mencintai Allah, jika harapan itu kalian taruhkan pada saya , ia amat berat dan saya langsung tidak mampu, hati saya akan pecah.

Begitu juga sahabat-sahabat yang lain, pinjamkan kekuatan doa kalian buat saya, hanya buat sesaat ini dan setelah itu berilah pada saudara-saudara yang lebih memerlukan. Hati saya terasa pedih pada saat ini. 
Sahabat-sahabat, salam itulah yang saya harap kalian ucapkan, Rasulullah adalah rahmat ALLAH, Rasulullah adalah cahaya dan penyembuh hati  saya dan kalian, berselawatlah padanya.

(Sahabat-sahabat adakah kalian melihat pantulan dari cermin ini, adakah itu kamu?)

“Daripada Anas r.a Rasulullah bersabda: Tidak sempurna iman seseorang sehinggalah ia mengasihi saudaranya seperti ia mengasihi dirinya sendiri.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Daripada Jarir bin Abdullah Rasulullah bersabda: “Sesiapa yang tidak mengasihi manusia, nescaya Allah tidak mengasihinya.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Daripada Abdullah bin Amr Rasulullah bersabda: “Orang-orang yang bersifat kasihan, dikasihi oleh yang Maha Mengasihani. Kasihanilah mereka yang di bumi, nescaya yang di langit akan mengasihani kamu.”
(Riwayat Abu Daud dan al-Tirmizi)

Daripada Miqdam bin Ma’di Kariba r.a., Rasulullah bersabda “Apabila seseorang insan mengasihi saudaranya, beritahulah kepadanya bahawa ia mengasihinya.”
(Riwayat Abu Daud dan Al-Tirmizi)

Daripada Aisyah r.ha, Rasulullah bersabda: “Roh-roh adalah suatu himpunan yang terkumpul dengan pelbagai jenis dan ragamnya. Sekiranya terdapat kesamaan daripada segi tabiat dan kecenderungan, ia akan bertaut; sekiranya terdapat percanggahan tabiat dan kecenderungan, ia akan berselisihan.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

..........................................................................................................................................

recently I read this book…
Book Review: Mama, Jangan Pukul Aku…oleh Regina Clarinda
Ia adalah sebuah kisah nyata yang dialami oleh penulis, Regina Clarinda, dalam menghadapi penganiayaan (child abuse) oleh ibu kandungnya sendiri sejak usianya 4 tahun. Ia berjuang mempertahankan nyawa ditengah getir percubaan membunuh dari ibunya. Rasa tertolak dan tidak dikasihi, ditambah dengan pelbagai peristiwa yang dialaminya, membuat Regina membesar menjadi seorang wanita yang sisi emosinya amat bermasalah sehingga akhirnya mengalami kemurungan berat yang berpanjangan dan cenderung untuk bunuh diri.

Namun di tengah semuanya itu, Regina berusaha untuk bangkit. Setelah melalui fasa-fasa tertentu yang anda boleh baca dalam buku ini. Inilah yang menjadi kerinduaannya saat ini, iaitu menolong orang-orang mengatasi kelukaan pada jiwa mereka. Penulisannya bersahaja, dan ia adalah penulisan dari hati ke hati.

Moto penulis adalah : “Jika saya mampu, anda juga mampu.”

.............................................................................................................................

kadang-kadang kata itu adalah racun
kadang-kadang kata itu adalah penawar
lihat sisi kejam saya
lihat sisi baik saya
moga ada manfaat
yang buruknya semoga Dia (Allah) maafkan saya.
im still learning 
banyak salah dari betulnya
banyak hitam dari putihnya
banyak persoalannya
banyak yang tidak terjawab
tapi petunjuk itu datang
amalnya datang
bila saya mengingati utusan yang terakhir
saya ingin belajar lagi
saya tahu Dia (Allah) mendengar
Dia tahu segala-segalanya
setiap kali saya bertanya-tanya
pasti ada jawapannya selepas itu
setiap hari saya sentiasa rindu pada suara itu
tapi suara itu selalu tidak jelas
kerana hati saya tidak mampu
selawatlah dan la ilaha illa allah
tenanglah jangan terburu-buru
jika tiada kepastian cuba lagi
sampai bila?
sampai bila-bila...